PRTG Network Monitor adalah solusi pemantauan jaringan yang handal untuk memantau infrastruktur IT Anda. Secara default, PRTG menawarkan berbagai metode notifikasi, seperti email dan SMS. Namun, dengan sedikit konfigurasi, Anda dapat mengintegrasikan PRTG dengan Telegram, aplikasi pesan instan yang populer, untuk menerima notifikasi secara langsung di ponsel atau desktop Anda.
Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah untuk mengkonfigurasi PRTG agar mengirimkan notifikasi melalui Telegram, berdasarkan informasi dari blog Paessler (https://blog.paessler.com/how-to-receive-prtg-notifications-by-telegram).
Mengapa Menggunakan Notifikasi Telegram?
- Gratis: Mengirim notifikasi melalui Telegram tidak dikenakan biaya tambahan, berbeda dengan SMS yang mungkin memerlukan biaya per pesan.
- Cepat dan Handal: Notifikasi Telegram biasanya terkirim dengan cepat dan jarang mengalami keterlambatan.
- Fleksibel: Anda dapat menerima notifikasi di berbagai perangkat, baik ponsel, tablet, maupun desktop.
- Informasi Lebih Detail: Telegram memungkinkan pengiriman pesan yang lebih panjang dibandingkan SMS, sehingga Anda bisa mendapatkan informasi yang lebih detail tentang status sensor PRTG.
- Kemudahan Berbagi: Anda bisa membuat grup Telegram untuk tim IT Anda, sehingga semua anggota tim dapat menerima notifikasi yang sama.
Langkah-Langkah Konfigurasi
1. Buat Bot Telegram
- Cari BotFather di Telegram: Buka aplikasi Telegram dan cari
@BotFather. BotFather adalah bot resmi Telegram untuk membuat dan mengelola bot. - Buat bot baru: Kirim perintah
/newbotke BotFather. - Berikan nama dan username untuk bot Anda: Ikuti instruksi dari BotFather untuk memberikan nama (misalnya “PRTG Notifier”) dan username unik yang diakhiri dengan
bot(misalnyaPRTG_Notifier_Bot). - Catat Token API: Setelah bot berhasil dibuat, BotFather akan memberikan token API. Simpan token ini dengan aman, karena akan digunakan untuk menghubungkan PRTG dengan bot Telegram Anda. Contoh token:
123456789:AbCdfGhI-jKlMnOpQrStUvWxYz
2. Dapatkan Chat ID
Chat ID adalah identifier unik untuk percakapan Anda dengan bot atau grup di Telegram. Anda perlu mendapatkan Chat ID agar bot dapat mengirimkan notifikasi ke tempat yang tepat.
- Untuk chat pribadi dengan bot:
- Mulai percakapan dengan bot yang baru Anda buat dengan mengirimkan pesan apa saja.
- Buka web browser Anda dan kunjungi:
https://api.telegram.org/bot<YourBOTToken>/getUpdates(Ganti<YourBOTToken>dengan token API bot Anda). - Cari bagian
"chat":{"id":di dalam respons JSON. Nilai setelah"id":adalah Chat ID Anda. Catat nomor tersebut.
- Untuk grup Telegram:
- Tambahkan bot Anda ke grup Telegram yang diinginkan.
- Kirim pesan apa saja ke grup tersebut.
- Kunjungi link yang sama seperti di atas:
https://api.telegram.org/bot<YourBOTToken>/getUpdates(Ganti<YourBOTToken>dengan token API bot Anda). - Cari bagian
"chat":{"id":yang terkait dengan grup Anda. Catat Chat ID grup tersebut (biasanya diawali dengan tanda minus-).
Contoh Konfigurasi Notifikasi Telegram di PRTG via HTTP Request
Asumsi:
- Anda sudah membuat bot Telegram dan mendapatkan Token API bot. (Misal:
110201543:AAHdqTcvCH1vGWJxfSeofSAs0K5PALDsaw) - Anda sudah mendapatkan Chat ID pribadi atau grup. (Misal untuk chat pribadi:
123456789atau untuk grup:-987654321) - Anda ingin mendapatkan notifikasi ketika sensor “Ping” pada perangkat “Router Utama” berstatus “Down”.
Langkah-langkah:
1. Buat Template Notifikasi di PRTG
-
Login ke PRTG.
-
Buka
Setup->Account Settings->Notification Templates. -
Klik
Add new notification template. -
Beri nama:
Telegram via HTTP -
Tab “Notification Summarization”:
- Summarization Method:
Always deliver individual notifications for each sensor
- Summarization Method:
-
Tab “Notification Triggers”:
- Klik
Add State Trigger - When:
status isDown - For at least:
0seconds(Anda bisa menyesuaikan, misalnya 60 detik untuk menghindari false positive) - Do this:
HTTP Request - Schedule:
(none)(atau pilih schedule tertentu jika diinginkan) - Interval between repeats:
Do not repeat(atau pilih interval pengulangan notifikasi jika diinginkan) - Pada bagian “HTTP ACTION”:
- URL:
https://api.telegram.org/bot110201543:AAHdqTcvCH1vGWJxfSeofSAs0K5PALDsaw/sendMessage?chat_id=123456789&text=Penting! Ganti:
110201543:AAHdqTcvCH1vGWJxfSeofSAs0K5PALDsawdengan Token API bot Anda.123456789dengan Chat ID Anda. (Gunakan-987654321jika untuk grup).
- Data:
- Tambahkan di akhir URL di atas seperti ini (Perhatikan Spasi di URL diganti dengan
%20):%device%20%name%20is%20%status!%20Last%20message:%20%lastmessageSehingga URL + Data menjadi:
https://api.telegram.org/bot110201543:AAHdqTcvCH1vGWJxfSeofSAs0K5PALDsaw/sendMessage?chat_id=123456789&text=%device%20%name%20is%20%status!%20Last%20message:%20%lastmessageIni akan menghasilkan pesan seperti:
Router Utama Ping is Down! Last message: No response (timeout). - Timeout:
30seconds
- URL:
- Klik
-
Klik
Save.
2. Terapkan Template Notifikasi ke Sensor
- Buka
Devices->Alldan cari perangkat “Router Utama”. - Klik sensor “Ping” pada perangkat “Router Utama”.
- Buka tab
Notifications. - Klik
Add State Trigger(Jika belum ada trigger yang di-inherit) - When:
status isDown - For at least:
0seconds(sesuaikan dengan setting di template) - Do this: Pilih template
Telegram via HTTPyang baru dibuat. - Schedule:
(none)(atau pilih schedule tertentu jika diinginkan, sesuaikan dengan setting di template) - Interval between repeats:
Do not repeat(atau pilih interval, sesuaikan dengan setting di template) - Klik
Save.
3. Uji Coba
- Anda bisa mensimulasikan sensor down dengan cara:
- Buka pengaturan sensor “Ping”.
- Pada tab “Settings”, di bagian “Scanning Interval”, ubah menjadi “Pause Object Permanently”.
- Klik “Save”.
- Tunggu beberapa saat, sensor akan berubah menjadi “Down” dan PRTG akan mengirimkan notifikasi ke Telegram.
- Setelah uji coba, jangan lupa untuk mengembalikan pengaturan sensor ke semula (scanning interval diaktifkan kembali).
Hasil Notifikasi di Telegram
Jika konfigurasi berhasil, Anda akan menerima pesan di Telegram dari bot Anda yang isinya kurang lebih seperti ini:
Router Utama Ping is Down! Last message: No response (timeout).
Penjelasan Parameter (Sesuai dengan Artikel Sumber):
%device: Nama perangkat (dalam contoh ini:Router Utama).%name: Nama sensor (dalam contoh ini:Ping).%status: Status sensor (dalam contoh ini:Down).%lastmessage: Pesan terakhir dari sensor (dalam contoh ini:No response (timeout).)
Kesimpulan
Dengan menggunakan metode HTTP Request, Anda dapat dengan mudah mengintegrasikan PRTG dengan Telegram untuk mendapatkan notifikasi yang cepat dan informatif. Metode ini lebih sederhana karena tidak memerlukan pembuatan file .bat tambahan. Pastikan Anda mengganti Token API dan Chat ID dengan yang sesuai dengan bot dan akun Telegram Anda. Selamat mencoba!